Sabtu, 30 Agustus 2008

Komentar !


Menulis layaknya bersanggama dan sanggama layaknya menulis. Sesiapa sesungguhnya janganlah berpikir dangkal, jika menulis itu mudah tetapi ia memerlukan proses skill of writing. Disamping selain adanya potensi alamiah ( bakat ? ), yang penting adalah potensi minat dan kemauan yang keras. Potensi ini perlu dibaringi dengan memahami " Kama Sutra of Writing “ atau " Sexeducation of Writing". Kalau tidak, maka ia tak obahnya gender lesbian atau homoseks ! Yang berujung menjadikan dirinya “ hara’kiri”. Betapa malangnya ! Ringkas kata, tak ayal lagi maka katakanlah “menulis itu mudah “ manakala ia sudah menggali dan melalap makna “ayat-ayat “ kama sutra dan sexedocation of writing tersebut.

Berbicara tentang posting di dunia maya. Posting boleh dikatakan seidentik dengan tulis – menulis. Mengapa demikian ? Alangkah gersangnya suatu situs karena tak betumbuhannya tulisan. Sebab situs itu adalah media posting yang strategis ! Mengabaikan posting boleh jadi disebabkan kering atau mandulnya tulisan. Pada hakikatnya bahwa posting itu memotivasi seseorang agar terhindar dari gender lesbian atau homoseks of writing !

Alhasil, seorang bijak berkata : Well, writing it’s a pleasure and a good writing is a good my friend. ( Sungguh, menulis adalah kesenangan saya dan tulisan yang baik adalah sahabat saya ). **** Arsyad Indradi ****

2 komentar:

Kristina Dian Safitry mengatakan...

saya suka menulis, meski mungkin sangat sulit difahami pembaca. salah satu proses dalam belajar saya adalah berkomentar, tentu saja setelah saya membaca tulisan tersebut. hemat saya ini media belajar yg paling efektif.

Pembaca yg baik,belum tentu ia seorang penulis yg baik.tetapi seorang penulis yg baik,tentulah ia pembaca yg baik. bukankah demikian?mudah2an ada yg sependapat dgn analisis norak saya.hi..hi..

pipiew mengatakan...

Saya setuju pak, dengan pendapat bahwa postingan di dunia maya adalah salah satu media untuk membudidayakan kebiasaan tulis menulis yang baik. Walau hanya sekedar tulisan mengenai kehidupan pribadi atau rutinitas sehari-hari. Saya yakin, setiap orang pasti mempunyai sisi "menulis"nya, hanya saja seringkali terkendala dengan ketidakpedean untuk mempublikasi, atau keinginan menulis yang selalu saja tertunda karena keterbatasan waktu, tempat dan media. Semoga kendala-kendala tersebut semakin mudah diatasi ya pak..