Selasa, 02 September 2008

MENJAMURNYA PARPOL DI ERA REFORMASI ( ? )

Setelah pasca reformasi (?), menjamurlah partai – partai politik di bumi Indonesia ini. Partai itu partai ini. Kalau dilihat pendiri dari partai – partai politik ini kebanyakan orang – orang vokal yang ekstrim terhadap rezim pemerintahan Presiden Suharto dan “ pemain - pemain lama “ yang hengkang dari partai – partai politik pada zaman orde baru, partai yang gagal mengemban amanat rakyat Indonesia. Kalau melihat banyaknya partai – partai ini, teringat pada zaman orde lama yang berhamburan partai – partai, bahkan ada partai perorangan. Partai perorangan ini mirip dengan menamakan dirinya wakil rakyat dari independen ( partai semu ? ) jaman sekarang.

Apakah banyaknya jumlah partai menjamin akan membawa dan melunaskan amanat rakyat Indonesia ? Allahualambissawab. Yang jelas banyaknya jumlah partai, praktis peluang bagi orang - orang yang ambisi masuk ke legislatif atau suatu jabatan tertentu di ekskutif.

Rakyat adalah rakyat dan tetap saja rakyat. Rakyat adalah sasaran ajang perlombaan bagi partai – partai pada pesta pemilu legislatif dengan segala propagandanya yang manis, muluk, iming-iming dan sebagainya agar rakyat terpikat lalu memberikan suaranya. Rakyat yang masih belum pintar tentu akan menjadi sasaran yang empuk bagi partai pembual.

Selanjautnya kita perlu mewas diri bahwa : pembual adalah sumbernya dusta. Dan berpikirlah hari ini dan berbicaralah besok “ *** Arsyad Indradi ***

1 komentar:

gus mengatakan...

Stuju banget Kang. .....tetap smangat menyuarakan kritik tajam. saya suka